Jumat, 30 November 2012

Melihat Sejarah Hari Kepahlawanan

Hari Kepahlawanan/Pahlawan akan diperingati setiap tanggal 10 November. Hari ini adalah hari saat adanya pertemputan arek-arek Surabaya dengan serdadu NICA.
Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa. Tujuh hari kemudian, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak itu, Indonesia diduduki Jepang.
Tiga tahun berlalu, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945.
Mengisi kekosongan itu, Indonesia pun memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Ketika rakyat dan pejuang Indonesia melucuti senjata tentara Jepang, tanggal 25 Oktober 1945, tentara Inggris mendarat di Surabaya. Mereka datang atas nama sekutu untuk membebaskan tawanan serta melucuti dan memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Tentara Inggris juga hendak mengembalikan Indonesia ke pada pemerintah Belanda sebagai jajahannya dengan diboncengi NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Hal ini membuat kemarahan rakyat Indonesia meledak.

Menolak Ultimatum
Dikibarkannya bendera Belanda di Hotel Yamato, Surabaya, menyulut berkobatnya bentrok-bentrokan senjata antara pasukan Inggris dengan badan-badan perjuangan rakyat. Bentrokan-bentrokan itu memuncak dengan terbunuhnya pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur, Brigadir Jenderal Mallaby, pada 30 Oktober 1945.
Pengganti Brigadir Jenderal Mallaby, yaitu Jenderal Mansergh pun mengeluarkan ultimatum. Isinya, semua pimpinan dan rakyat Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjata serta menyerahkan diri pada 10 November 1945. Dianggap sebagai penghinaan, Indonesia menolak ultimatum tersebut. Sebab, RI waktu itu sudah berdiri dan Tentara Keamanan Rakyat telah dibentuk.
Akhirnya pada 10 November, tentara Inggris mengerahkan 30.000 serdadu, sejumlah pesawat terbang, dan kapal perang. Pihak Inggris mengira perlawanan rakyat di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tiga hari. Namun di luar perkiraan,para tokoh masyarakat seperti Bung Tomo dan tokoh agama lainnya terus menggerakan semangat perlawanan rakyat.
Pertempuran ini memakan waktu sampai tiga minggu hingga Kota Surabaya jatuh di tangan pihak Inggris.
Meski begitu, peristiwa ini telah menggerakan perlawanan rakyat seluruh Tanah Air untuk mengusir penjajah. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Referensi : Koran Berani edisi 5-11 November 2012
By : Admin Delssohn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar